Selasa, 06 Mei 2008

ASPIRASI RAKYAT UNTUK PEMILU 2009



Pemilu 2009 masih lama tapi sudah menjadi topik pembicaraan malah ada pendapat bahwa para parpol ,kelompok dan golongan yang mengajukan calon-calon pemimpin mencari start mendahului kampanye denagn berbagai cara dan prasarana .
Juga ada yang menebarkan pesan -pesan tiap ada kesempatan.pesan yang cocok untuk pemilu adalah Waspadalah untuk para pemilih dalam menentukan pilihan "Nyoblose gampang /mudah paling lama 5 menit tapi jika salah perhitungannya tanpa berhati-hati dan waspada ,maka akibat darinya akan kita tanggung minimal selama 5tahun
Problema itu yang kita hadapi dan selesaikan yang masih sangat ruwet dan banyak meliputi berbagai bidang kehidupan tertama masalah "isi perut"yang kebanyakan dialami oleh kaum alit(rakyat kecil)yang notabenya disebut dengan kelas Anus yang mereka impikan dan inginkan adalah kapan Harga turun khususnya sembako.
Kisah klsik para pemimpin yang menjanjikan perubahan kita menyadari bahwa di dunia tidak abadi pasti mengalami perubahan tapi bukan begini harga semakin nak mencekik kaum mlarat kami menyadari bahwa negara memang belum makmur akan tetapi "Keadilan"apa tidak bisa diratakan ?paling tidak status sosial ekonomi tidak berbeda jauh "banyak orng kaya,banyak yang mati kelaparan "tapi perlu di pahami membangun negara bagus tidak seperti sulap aemua membutuhkan suatu proses.Oleh karena itu kita harus sabar ,tapi gimna harga terus naik terus ?kaum bawah masih menunggu harga turun walaupuun cuma sedikit banget.Itulah kehidupan bangsas kita dalam kehidupaan sehari-hari
masalah pengangguran yang dapat kita lihat banyak pabrik yang mengurangi tenaga kerjakarena bangfkrut.Untuk mengatasi beribu -ribu pengangguran seharusnya para pihak berwajib (pemerintah)membuatkan proyek padat karya untuk mengurangi pengangguran.dalam pemilu kali ini jangan sampai terpengaruh rayuan manis dan jani gombal dari para calon pemimpin,kagum dengan gelar sarjana tertarik karena wajah dan umur ternayta memilih pemimpin itu gampng-gampang mudah.Pertanyaannya adakah pemimpin seperti yang di gambarkan ki Hajar Dewantoro"luweh becik mikul dawet rengen-rengen tinimbang numpak mobil mrebes miliutowo nagis ngriyeng"artinyalebih baik saya berkorban daripada saya mengorbankan rakyat untu7k mencapai kemakmuran bangsa,seprti juga dikatakan penyair jerman Goethe tidak masalah harta saya habis yang penting setia pada diri ,setia pada kenyakinan serta pendirian kita.

Tidak ada komentar: