Tampilkan postingan dengan label penyakit jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit jantung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2008

STRESSS DAN RESIKO JANTUNG KORONER


Syress dianggap sebagai faktor yang cukup dominan sebagai salah satu faktor resiko PJK(penyakit jantung koroner).Dalam kaitan stres sendiri memang ada yang positif dan negatif.Stres yang positif berdampak baik ,seperti rasa ingin tahu majucontohnya cita-cita . Cita -cita adalah salah satu stres positif sedangkan stres negatif adalah mersa sakit hati yang sangat berlebihan ,bila tidak bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan dan sayangnya hanya sedikit orang yang menyadari bahwa ia telah terkena stres nwegatif
Bila tingkat stres sudah sangat tinggi dan mencemaskan akan sangat membahayakan kesehatan apalagio berumur di atas 40th ,usia faktor resoiiko yang sangat meningkat
Menurut penelitian para ahli kesehatan klinik stres dapat memicu semburan adrenalin dan zat katekolamin yang tinggim yang dapat menyebaabkan penyempitan pembuluh darah jantung serta peningkatan denyut jantung sehingga...dapat mengggangu suplai darah ke jantung.
Orang yang sering mengalami stresss negatif sangat erat kaitannya dengan type kepribadian yang bersangkutan .Orang dengan type kepribadian type A memiliki kecenderungan mudah terkena penyakit jantung.Dapat di gambarkan bahwa kepribadian type A memiliki ciri-ciri yasng menonjol yaitu sangat mementingkan waktu atau jadwal,janji dan batas waktu.Juga sangat berkeinginan kuat untuk selalu menang pada setiap kompetisi ,sangat agresif, lekas marah juga bermusuhan .Sifat terakhirlah yang dapat memicu terjadinya PJK.Cara mengatasi stress bisa di awali dengan milah stres itu sendiri ,dan mengkajinya satu per satu,menekuni hobi,olah raga,meditasi sangat membantu mengurangi stress karena dapat membuat kita merasa RILEKS...!!!

Senin, 28 April 2008

SEAFOOD



Dua peneliti Denmark,bang dan dyeberg,yang pada 1970 menemukkan langsung antara tingkat konsumsi ikan orang eskimo dengan penyakit jantung koroner (PJK).rendahnya tingkat kematian orang eskimo akibat Pjk,walaupun sehari-hari mereka mengkonsumsi makanan diet lemak ,di yani lantaran orang-orang kutub rajin makan ikan.
Ikan adalah santapan utama orang-orang "berdarah dingin"itu.Mereka juyga tidak gampang cacingan ,penyakit yang sering di gembor-gemborkan orang 'jaman dulu".Artinya ada formula rahasia yang di seliplkan tuhan pada ikan,sehinggga berkhasiat menghambat datangnya PJK .foremula itu lemak Omega 3 ,yaitu eicosapentionic dan docisahexanoicacid.Asam lemak tersebut tergolong asam lemak tak jenuh rantai panjang(long chain polyunsaturated fatty acids),yang memproteksi jantung dari PJK.Penelitian lebih lanjut membuktikann,daging ikan mampu menurunkan tekanan darah ,trigilserid,merperbaiki fungsi endotel ,serta mereduksi proses pengerasan pembuluh darah koroner.Daftar manfaat ikan pada jantung terus bertambah dari tahubn kew tahun .Belum lama ini circulation (sebuah juyrnal kardio vaskuler terkemuka),memplukasikan studi yang menyeebut mabnfaat tambahan dari sang Ikan.Dariush Mozzaffarian dan kawan-kawan berhasil membuktikan mengkonsumsi ikan akan menurunkan insiden fibrilisasi atrial(FA).
FA adalah sejenis ganguan jantung (aritmia)yang menyebabkan jantung berdenyut tidak karuan .Kadang cepat kadang lambat sekali.Di Amerika setiap tahun 160.000 kasuas baru FA.Aritmia ini paling banyak di derita oleh lansia .FA juga memicu penyumbatan darah keotak oleh pengumpalan darah sehingga orang yang di mserangnya menjadi rentan stroke.
Pada studi prespktif melibatkan 5.000 subbjek itu,setelah melewati masa dua belas tahun ,mereka menerima asupan ikan bakar atau ikan rebus 1-4 kali per minggu,resiko FA-nya turun 28%.Sedangkan mereka yang mengkonsumsim Ikan 5-kali atau lebih per minggu,insiden FA-nya turun 31%.
Khasiat kedua pola suan itu merupakan perbandingan dengan data mereka yang mengkonsumsi ikan kurang dari satu kali setiap bualnnya .Dari data itu,jelas terekam ,frekuensi makan ika (dan cara pengolahanya)sangat berpengaruh terhadap resiko serangan jantung